IGD 24 Jam: 0811-8246-931
Berita & Edukasi Medis • • 2 menit baca • 340 kata

3 Efek Abu Vulkanik pada Tubuh yang Jarang Disadari!

Abu vulkanik tampak seperti debu biasa, butuh kewaspadaan lebih karena partikelnya sangat halus dan berpotensi mengganggu pernapasan, mata, serta kulit.

VI
Tim Edukasi Kesehatan RS Vita Insani
Ditinjau oleh tenaga medis sebelum terbit
Bagikan:
3 Efek Abu Vulkanik pada Tubuh yang Jarang Disadari!

Bayangkan kamu sedang beraktivitas seperti biasa. Tiba-tiba, abu vulkanik mulai turun dan menempel di rumah, kendaraan, bahkan pakaian.

Sekilas, abu vulkanik mungkin terlihat seperti debu biasa. Namun, partikel abu vulkanik sangat halus dan dapat mengganggu kesehatan. Dalam kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini, Kementerian Kesehatan juga mengingatkan masyarakat untuk mengurangi paparan abu vulkanik dan membatasi aktivitas di luar ruangan.

1. Paru-paru dan saluran pernapasan bisa terganggu

Ketika terhirup, partikel abu vulkanik dapat masuk ke saluran pernapasan.

Pada awalnya, paparan abu mungkin hanya menyebabkan bersin, batuk, atau tenggorokan terasa gatal. Namun, paparan yang lebih berat dapat menimbulkan sesak napas dan gangguan pernapasan.

Risikonya dapat lebih besar pada anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki asma atau penyakit paru-paru.

2. Mata bisa terasa perih dan mengalami iritasi

Abu vulkanik juga dapat masuk ke mata dan menyebabkan iritasi.

Akibatnya, mata bisa menjadi merah, berair, gatal, atau terasa seperti kemasukan benda asing.

Jika abu masuk ke mata, jangan menggosoknya. Segera bilas dengan air bersih.

3. Kulit juga bisa mengalami iritasi

Abu vulkanik yang menempel pada kulit dapat menyebabkan iritasi. Partikelnya yang kasar dan tajam dapat membuat kulit terasa tidak nyaman, terutama pada orang dengan kulit sensitif.

Jika harus keluar rumah, gunakan pakaian yang menutupi kulit. Setelah kembali ke dalam rumah, segera bersihkan tubuh dan ganti pakaian untuk mengurangi paparan abu yang menempel.

Jadi, jangan anggap abu vulkanik sebagai debu biasa.

Jika abu vulkanik mulai menyebar, lakukan beberapa langkah berikut:

  • Gunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan abu.
  • Lindungi mata dari abu vulkanik.
  • Kurangi aktivitas di luar rumah.
  • Bersihkan tubuh dan ganti pakaian setelah terpapar.
  • Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika mengalami sesak napas atau keluhan yang berat.

Satu hal penting yang perlu diingat: abu yang sudah jatuh ke permukaan masih dapat kembali beterbangan akibat angin, kendaraan yang melintas, atau aktivitas saat membersihkan lingkungan. Karena itu, kewaspadaan tetap diperlukan meskipun erupsi telah mereda.

Bagi kamu yang tinggal di wilayah yang berpotensi terdampak, pantau informasi resmi dari BPBD dan Pusat Vulkanologi, serta ikuti anjuran kewaspadaan dari Kementerian Kesehatan.

Jika keluhan pernapasan semakin berat, iritasi mata tidak membaik, atau kulit mengalami reaksi yang menetap, segera hubungi atau datangi fasilitas kesehatan terdekat.

Diterbitkan oleh: Humas & Edukasi Kesehatan RS Vita Insani
Pembaruan Terakhir: 09 September 2026

Artikel Terkait Lainnya

Edukasi kesehatan pilihan dari tim medis RS Vita Insani

Semua Artikel →